Islam & Desain Residensial: Masih Kenalan

source Tulum Treehouse

Di postingan sebelumnya udah dijelaskan tentang latar belakang pemilihan topik desain residensial dalam kacamata Islam. Kita juga udah kenalan dengan salah satu usaha untuk mencoba menginterpretasikan ajaran dan nilai islam dan tiga prinsip dasar yang bisa jadi rujukan untuk pengaplikasian desain secara konkret. (Please read the disclaimer, though).

Jujur waktu saya nulis introduksi kemarin, saya belum sama sekali bikin mindmap atau bahkan nulis kerangka tentang apa yang mau saya tulis ke depannya. Yang saya tahu waktu itu bahwa nilai-nilai dasar tersebut bisa saya pilih secara acak untuk selanjutnya saya cari referensi pengaplikasian desainnya. Boy, oh boy, tetep aja kalo mau nulis mesti ada perencanaannya ya, karena setelah itu saya bingung mesti mulai darimana HA.

Continue reading “Islam & Desain Residensial: Masih Kenalan”

Islam & Desain Residensial: Kenalan Dulu

© Freedom Architects

Waaa senangnya besok sudah bisa ketemu bulan Ramadan lagi. Pertama-tama saya mau mengucapkan selamat menjalankan ibadah puasa buat saudara-saudari muslim sekalian. Semoga kita semua bisa mengoptimalisasikan ibadah kita di bulan ini. Mohon maaf lahir bathin ya!

Di postingan ini saya mau cerita tentang dua hal yang esensial di hidup saya yang berhubungan satu sama lainnya, yaitu Islam dan Desain. Sebetulnya saya punya ketertarikan soal ini udah lama banget, tapi sayangnya cuma mengendap di kepala aja. Bertepatan dengan bulan Ramadan, kali ini saya mau membuat seri Islam & Desain Residensial di blog ini, biar ada gunanya dikitttt.

Continue reading “Islam & Desain Residensial: Kenalan Dulu”

A Day Full of Visual Pleasers

Jadiiii minggu lalu adalah minggu yang cukup padat buat saya. Nggak cuma weekdays, tapi weekends juga. Kali ini saya mau cerita tentang hari Kamis-nya dulu aja, deh.

Seperti biasa, jadwal kantor kalau ke Jakarta biasanya cuma satu hari pulang-pergi, karena emang deket juga dari Bandung, kan. Selain mengunjungi salah satu proyek yang ada di Bintaro, kami sekantor (baca: empat orang, tambah satu yang bantuin nyetir) memutuskan buat mengunjungi berbagai macam acara yang surprisingly banyak banget ternyata, ya, minggu kemarin itu. Kalau boleh disebut, semacam design trip, lah.

Prihal Arsitektur Andramatin

Acara pertama yang kami datangi adalah pameran karya arsitektur Andra Matin bertitel Prihal. Acara ini diselenggarakan di Galeri Nasional, sebrang Stasiun Gambir. Di sana kita bisa lihat perjalanan berkarya beliau selama kurang lebih 20 tahun (WOW).

Continue reading “A Day Full of Visual Pleasers”

The Perks of Being an Interior Designer: Materials & Choices

As I write this I’m constantly thinking of my purpose in life and asking how does my everyday lives can be this boring?! You know, just a middle 20s common problem. I’m used to it now, to the point I wouldn’t get panic anymore. Things can get boring, of course! This is just a phase of life *inhale* *exhale*….right?

Continue reading “The Perks of Being an Interior Designer: Materials & Choices”

Bukaan, Lebih dari Jendela

the modern house laura fulmine television centre
Interior Design by Laura Fulmine
© The Modern House

Setiap ketemu sama temen-temen yang konsultasi tentang desain interior rumahnya, saya kayak dapet klien baru yang familiar. Saya seneng denger temen-temen dan rencananya buat renovasi rumah mereka atau bikin rumah baru. Dengan mudahnya akses terhadap informasi, sekarang banyak banget temen-temen yang udah punya referensi sendiri tentang konsep rumah idealnya masing-masing. Tau, lah, sekarang yang ngetren pasti rumah-rumah yang fasadnya minimalis dan interior skandinavia.

Dari semua hal yang mereka konsep sendiri itu, tentang dimana letak kamar atau parkiran, atau keramik warna apa yang mau dipasang di kamar mandi, yang saya selalu tekankan ketika ngobrol soal ini cuma satu; bukaan untuk cahaya dan udara. Beneran deh, ketika kamu masuk ke tahap bagi-bagi jatah ruangan, bukaan adalah faktor besar yang harus dipertimbangkan.

Emang segitu pentingnya, ya, bukaan buat rumah? Efeknya apa aja?

Continue reading “Bukaan, Lebih dari Jendela”

A Familiar Stranger

A finger tapped on my shoulder. Standing beside me is a woman waiting for a bus. She looked down and said my shoelaces are off.

The way she said it, soft and stern. She sent off the scent of jasmine and vanilla, and I knew it was Chanel No.5. I glanced at her one more time and she smiled. The wrinkles on her under-eyes brought me back to something, so I glanced at her once again.

She said do I want to taste her handmade sandwich, I said sure. She said she put avocado in it and if I don’t like it that’s understandable. I said I do like avocado. Actually, I don’t.

Her bus arrived. Farewell she bid as she complimented my short hair.

I was surprised by my own reply, “Thanks, mom.”

M.A.