Islam & Desain Residensial: Kenalan Dulu

© Freedom Architects

Waaa senangnya besok sudah bisa ketemu bulan Ramadan lagi. Pertama-tama saya mau mengucapkan selamat menjalankan ibadah puasa buat saudara-saudari muslim sekalian. Semoga kita semua bisa mengoptimalisasikan ibadah kita di bulan ini. Mohon maaf lahir bathin ya!

Di postingan ini saya mau cerita tentang dua hal yang esensial di hidup saya yang berhubungan satu sama lainnya, yaitu Islam dan Desain. Sebetulnya saya punya ketertarikan soal ini udah lama banget, tapi sayangnya cuma mengendap di kepala aja. Bertepatan dengan bulan Ramadan, kali ini saya mau membuat seri Islam & Desain Residensial di blog ini, biar ada gunanya dikitttt.

Seperti yang kita tau, Islam adalah agama yang sangat berpengaruh pada gaya hidup penganutnya. Kalau dari luar mungkin bisa dibilang banyak aturannya, ya. Tapi menurut saya aturan ini justru berguna sebagai petunjuk buat manusia untuk menjalani hidup yang benar. Mulai dari konsep kesehatan, higienitas, berkeluarga, hukum negara, dan masih banyak yang lainnya. Sebagai seseorang yang berkecimpung di dunia desain, saya pengen tau dong, sebenernya Islam punya nggak sih konsep yang mengatur tentang desain interior dan arsitektur?

Pertanyaan itu yang membuat saya mencari fasilitas apa yang harus ada dalam mengakomodasi seorang muslim, dan tentu aja saya langsung mencari dan mempelajari gaya hidup referensi semua muslim, yaitu Nabi Muhammad saw.

Diriwayatkan oleh Imam At-Tirmidzi (w. 279 H) dalam kitab Sunannya, Rasulullah Saw bersabda:

عَرَضَ عَلَيَّ رَبِّي لِيَجْعَلَ لِي بَطْحَاءَ مَكَّةَ ذَهَبًا، قُلْتُ: لَا يَا رَبِّ وَلَكِنْ أَشْبَعُ يَوْمًا وَأَجُوعُ يَوْمًا – أَوْ قَالَ ثَلَاثًا أَوْ نَحْوَ هَذَا – فَإِذَا جُعْتُ تَضَرَّعْتُ إِلَيْكَ وَذَكَرْتُكَ، وَإِذَا شَبِعْتُ شَكَرْتُكَ وَحَمِدْتُك

Tuhanku telah menawarkan kepadaku untuk mengubah gunung Batha’ di Makkah menjadi emas. Aku berkata: Tidak, wahai Tuhanku. Akan tetapi aku (lebih suka) sehari kenyang, dan lapar pada hari berikutnya. (Nabi saw mengucapkan ini tiga kali atau ungkapan semacamnya). Sebab, apabila aku lapar, maka aku bersimpuh kepada-Mu dan mengingat-Mu, dan apabila aku kenyang, maka aku bersyukur kepada-Mu lalu memuja-muji-Mu.

RUMAH

Rumah dalam pandangan islam adah tempat yang membuat penghuninya mendapatkan ketenangan (An-Nahl 16:80). Pandangan lainnya adalah bahwa rumah merupakan mikrokosmos atau dunia kecil dari sebuah kebudayaan dan peradaban islam.

Quran dan sunnah nggak secara gamblang menjelaskan tentang posisi jendela, lebar ruang, letak pintu, dan hal praktikal lainnya. Yang bisa kita temukan di kedua sumber tersebut adalah misalnya pembahasan atas masalah-masalah yang terkait secara nggak langsung dengan hal-hal tersebut (misalnya aktivitas di dalam masjid, atau kondisi ketika seseorang ingin bertanya kepada salah satu dari istri Rasulullah saw, atau bagaimana kita sebagai muslim harus berbuat baik terhadap alam dan lingkungan). Meskipun begitu, beberapa dari nilai-nilai yang bersifat umum tersebut bisa kita ambil sebagai rujukan dan prinsip dasar dalam membangun sebuah rumah tinggal:

  • Privacy — menyangkut privasi personal dan keluarga yang tinggal di dalam rumah.
  • Modesty — adanya fasilitas untuk mengakomodasi kegiatan beribadah, diikuti dengan prinsip kesederhanaan dalam pengaplikasian desain yang ekonomis dan sustainable.
  • Hospitality — tempat tinggal yang terbuka untuk beramah-tamah dengan tetangga dan menguatkan hubungan dengan masyarakat.

Untuk bahasan di seri Islam & Desain Residensial ini saya mau menantang diri saya untuk memberikan referensi secara praktikal berdasarkan tiga prinsip dasar di atas, biar temen-temen yang baca juga kebayang perwujudan konkretnya kurang lebih seperti apa dan sebagai alternatif referensi untuk temen-temen dalam membangun dan mendesian rumah.

Perlu digarisbawahi pula bahwa nilai-nilai di atas adalah nilai yang sifatnya umum dan nggak terkait secara khusus dengan formula paten dalam membangun dan mendesain sebuah rumah tinggal. Begitu pula usaha yang saya lakukan ke depannya dalam mencari pengaplikasian konkret (di era saat ini) dari nilai-nilai umum yang ada. Peran Quran dan sunnah dalam pendekatan arsitektur dan desain ini adalah sebagai sumber inspirasi yang nggak lekang oleh waktu, sehingga pembahasan tentang seri ini ke depannya jangan dijadikan sebagai referensi solid.

Dalam prosesnya pun, sebagaimana peran arsitektur dan desain secara umum sebagai medium yang mendukung kelangsungan hidup manusia dan pengembangan masyarakat, faktor-faktor lain perlu dipertimbangkan selain ketiga prinsip dasar di atas. Faktor-faktor ini contohnya kultur, lingkungan, maupun kondisi ekonomi tertentu yang ada di masa serta letak geografis yang ada.

Sumber dari seri Islam & Desain Residensial ini untuk sekarang lebih banyak saya ambil dari paper berjudul “Privacy, modesty, hospitality, and the design of Muslim homes: A literature review” yang ditulis oleh Zulkeplee Othman, Rosemary Aird, dan Laurie Buys. Untuk temen-temen yang penasaran pengen baca langsung, papernya bisa diakses di link ini. Selain itu, saya juga membaca beberapa sumber tentang arsitektur islam secara sporadis, meaning that sometimes I cannot keep track of some of the sources. Kalau di prosesnya nanti ada sumber tambahan, pasti bakal saya cantumin kok!

Anywayyy, this is just an introductory post, so the real onessss are going to be posted soon! Sambil nunggu, mari kita tadaburi dulu gaya hidup Rasulullah saw yang superrrrr sederhana sampai sahabatnya aja sempet nangis karena ada bekas pola tikar di pipi beliau sehabis tidur. Ceritanya cari sendiri aja ya haha.

See you soon!

2 Replies

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *